Jumat, 14 Maret 2014

again and again

malam ini air mataku lagi-lagi menetes. biasanya bulir hangat itu jatuh ketika ku merasa rindu kepada dia yang ku sayang. kali ini juga begitu, tapi malam ini rasa rinduku dibalut dengan rasa kecewa.
malam ini aku menelofon nya untuk berbagi apa yang sedang ku rasakan, berbagi keluh kesahku dan berharap dapat mengobati sedikit kerinduan yang ku rasakan. awalnya aku sangat senang. tapi ternyata semua tidak seperti yang ku harapkan. aku kecewa. caranya menjawab panggilan telfonku terasa datar, hambar seperti orang yang sedang tidak ingin berbicara dengan ku. bahkan ada beberapa jawaban dimana dia menjawabnya dengan keras. sebenarnya ini bukan yang pertama kali. hal ini sudah beberapa kali terjadi. aku memperhatikan ketika dia selesai berkumpul atau apapun lah namanya itu perlakuannya kepadaku selalu berbeda. entah apa yang membuatnya seperti itu. setiap kali aku yang pertama kali meminta untuk berbicara dengannya melalui telefon selalu ada saja yang membuat perasaanku terluka. aku tau dia mungkin lelah dengan kegiatannya, tapi apa selalu seperti itu dan selalu terjadi di saat aku rindu dan ingin mengurangi sedikit kerinduanku kepadanya?
jujur, hubungan kami ini memang tidak senyaman dulu lagi. ada saja hal yang membuat kami merasa tidak seperti dulu lagi. aku tak tahu apa dia juga merasakan hal seperti itu. atau mungkin hanya aku saja yang merasa demikian? entahlah.
apa salah aku ingin menceritakan keluh kesah yang ku alami di sini kepada orang yang selama ini aku percaya, yang selama ini aku selalu merasa nyaman bercerita dengannya?aku tidak meminta waktu banyak untuk itu. hanya sebentar dari sekian banyak waktunya yang dia habiskan untuk orang lain, untuk orang-orang yang ku rasa tidak terlalu penting untuk hidupnya.
perlakuannya kepadaku meninggalkan tanya besar dalam benakku. sebenarnya aku ini siapa? apa artiku untuknya? pentingkah aku dalam hidupnya? pertanyaan-pertanyaan ini selalu berpurtar di dalam otakku. tak ada yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini kecuali dia. 
aku hanya ingin hubungan kami seperti dulu lagi, seperti saat aku selalu ada di dekatnya. atau mungkin perlakuannya disebabkan karena perlakuanku juga berubah kepadanya? tapi ku rasa tidak ada yang berubah dariku. rasanya aku selalu bersikap dan melakukan hal yang sama kepadanya. lalu di mana letak salahnya sekarang? apa aku harus seperti ini? hanya bisa menangis di saat hati ini terluka, tanpa ia tahu apa yang ku rasakan.

Kamis, 13 Maret 2014

langit biru di musim semi hari ini begitu indah terlihat. akhirnya musim dingin akan segera berganti dengan hangatnya sinar mentari. 
sore ini ketika ku menatap langit biru, sebuah benda terlihat di sana. sebuah pesawat terbang melintas di biunya langit sore ini. anganku melayang jauh membawa ku menuju sebuah pikiran kapankah aku akan kembali melintasi hamparan birunya langit berkilo-kilo meter dari permukaan laut untuk kembali pulang ke tanah air tercinta bertemu dengan mereka orang-orang yang ku sayang, bertemu dengan kekasih hati yang telah lama ku tinggalkan. entahlah, aku tak tahu pasti kapan waktu itu akan datang. tapi yang selalu ku yakini hari itu pasti akan tiba. aku akan berkumpul kembali bersama mereka. aku akan bertemu lagi dengan dia yang ku sayang. yang bisa ku lakukan saat ini hanya bersabar sampai Tuhan berkata telah tiba waktunya untuk ku untuk kembali ke Indonesia. jika ku menunggu dengan sabar waktu akan berjalan dengan cepat. aku tahu hari itu pasti datang.
untukmu di sana yang sedang menunggu ku, ku harap kau juga sabar menanti. seberat apapun masalah kita sebesar apapun rintangan dalam hubungan ini, tetaplah bertahan sampai tiba waktunya untukku untuk kembali  merajut kebersamaan denganmu, mengganti hari-hari selama ku berada di sini berdua. 
terima kasih untuk kesabaran dan penantianmu. untukmu di sana ku ucapkan selamat tanggal 13 yang ke 21 kalinya. semakin tinggi sebuah pohon semakin kencang angin menerpa, begitu juga dengan kita. semakin lama kita menjalani hubungan ini semakin besar pula ujian untk kita berdua. tapi selama kau dan aku masih bersama, aku yakin semua ujian itu insyaallah akan bisa kita lewati.
all of my love is for you RN :* ({})


Senin, 03 Maret 2014

?

orang bilang LDR itu memang susah. tidak salah. LDR memang sangat sulit dijalani. banyak yang harus dikorbankan termasuk perasaan. ada yang bilang padaku, "Tenang! LDR tidak akan sulit selagi komunikasi dijaga." tapi pertanyaannya jika komunikasi itu sendiri diputuskan untuk dihentikan apa yang akan terjadi?
ya, itulah yang saat ini ku rasakan. rasanya perih ketika mendengar kata-kata itu. rasanya apa yang selama ini kau jalani dan kau coba pertahankan sekuat tenaga terasa sia-sia. begitu mudahnya mengucapkan kata-kata untuk berhenti berkomunikasi sementara hanya itu satu-satunya jalan agar hubungan ini bisa terus bertahan. 
aku merasa apa yang sudah kami jalani selama ini hanya sandiwara belaka. aku merasa apa yang coba ku berikan menjadi tidak ada artinya. memang mungkin aku tidak bisa memberikan yang terbaik selama ini, tapi aku selalu berusaha membagi yang menurut ku terbaik yang ku punya kepada dia, seseorang yang sangat ku sayang. 
sekarang apa yang harus ku lakukan? hati ini sudah terlanjur terluka. air mata ini sudah terlampau banyak menetes. dulu aku percaya tetesan air mata ini ibarat hujan yang akan menyirami tanaman. tapi ketika air mataku sudah mulai kering? entahlah. mungkin sungai yang selama ini mengalir deras juga akan ikut mengering dan tanaman cantik di pinggirannya juga akan mulai ikut layu. karna sudah tak ada hujan lagi yang mengairinya. 
perasaanku saat ini campur aduk. pikiranku kalut. tak tahu harus berbuat apa. apakah sekarang saatnya aku untuk menyerah? karna hati ini sudah terlanjur dikecewakan dan bahkan mungkin mengecewakan.

waktu

hari ini, ditemani sepi dan sunyi entah mengapa pikiranku melayang tentangmu.
hari ini aku kembali merindukan sosokmu. sosok yang aku harapkan dapat meleburkan rasa sunyi dan sepi yang sedang ku rasakan saat ini.
aku teringat kenangan-kenangan kita. bagaimana aku bisa tertawa lepas di depanmu, bagaimana aku bisa merubah mood-ku dalam sekejap hanya karna mu, bagaimana aku menangis di hadapan mu dan bagimana kau membuat ku kembali merasa nyaman dan menghapus air mataku. aku rindu saat-saat itu.
ketika mengingat kembali semua itu, bulir hangat air mataku tak henti-henti menetes. aku menyesal. ya, sangat menyesal. bukan menyesali mengapa bisa begini, mengapa harus seperti ini, mengapa kau dan aku harus terpisah. tapi aku menyesali mengapa tak begitu banyak waktu untuk kita membuat lebih banyak kenangan berdua, mengapa aku tak memanfaatkan waktu yang pernah ada untuk mengukir cerita bersama. itu yang paling ku sesali. rasanya terlalu sedikit waktuku bersama dengan mu sebelum kita harus dipisahkan seperti ini. terlalu sedikit kenangan yang bisa kuingat jika ku rindu hadir mu di sini.
aku hanya bisa berharap kelak di kemudian hari aku masih diberi kesempatan untuk menghabiskan waktuku dengan mu dan merajut lebih banyak kenangan berdua. aku tidak ingin lagi menyia-nyiakan sedetikpun waktu yang ku miliki saat berada di samping mu. karna sekarang aku sadar setiap detik kebersamaanku dengan mu sangat berharga.
salam rinduku untuk mu di sana RN :* ({})