malam ini air mataku lagi-lagi menetes. biasanya bulir hangat itu jatuh ketika ku merasa rindu kepada dia yang ku sayang. kali ini juga begitu, tapi malam ini rasa rinduku dibalut dengan rasa kecewa.
malam ini aku menelofon nya untuk berbagi apa yang sedang ku rasakan, berbagi keluh kesahku dan berharap dapat mengobati sedikit kerinduan yang ku rasakan. awalnya aku sangat senang. tapi ternyata semua tidak seperti yang ku harapkan. aku kecewa. caranya menjawab panggilan telfonku terasa datar, hambar seperti orang yang sedang tidak ingin berbicara dengan ku. bahkan ada beberapa jawaban dimana dia menjawabnya dengan keras. sebenarnya ini bukan yang pertama kali. hal ini sudah beberapa kali terjadi. aku memperhatikan ketika dia selesai berkumpul atau apapun lah namanya itu perlakuannya kepadaku selalu berbeda. entah apa yang membuatnya seperti itu. setiap kali aku yang pertama kali meminta untuk berbicara dengannya melalui telefon selalu ada saja yang membuat perasaanku terluka. aku tau dia mungkin lelah dengan kegiatannya, tapi apa selalu seperti itu dan selalu terjadi di saat aku rindu dan ingin mengurangi sedikit kerinduanku kepadanya?
jujur, hubungan kami ini memang tidak senyaman dulu lagi. ada saja hal yang membuat kami merasa tidak seperti dulu lagi. aku tak tahu apa dia juga merasakan hal seperti itu. atau mungkin hanya aku saja yang merasa demikian? entahlah.
apa salah aku ingin menceritakan keluh kesah yang ku alami di sini kepada orang yang selama ini aku percaya, yang selama ini aku selalu merasa nyaman bercerita dengannya?aku tidak meminta waktu banyak untuk itu. hanya sebentar dari sekian banyak waktunya yang dia habiskan untuk orang lain, untuk orang-orang yang ku rasa tidak terlalu penting untuk hidupnya.
perlakuannya kepadaku meninggalkan tanya besar dalam benakku. sebenarnya aku ini siapa? apa artiku untuknya? pentingkah aku dalam hidupnya? pertanyaan-pertanyaan ini selalu berpurtar di dalam otakku. tak ada yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini kecuali dia.
aku hanya ingin hubungan kami seperti dulu lagi, seperti saat aku selalu ada di dekatnya. atau mungkin perlakuannya disebabkan karena perlakuanku juga berubah kepadanya? tapi ku rasa tidak ada yang berubah dariku. rasanya aku selalu bersikap dan melakukan hal yang sama kepadanya. lalu di mana letak salahnya sekarang? apa aku harus seperti ini? hanya bisa menangis di saat hati ini terluka, tanpa ia tahu apa yang ku rasakan.